MUKOMUKO – Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) resmi memulai kolaborasi riset jangka panjang terkait Konservasi Nilai Tinggi (High Conservation Value).
Pertemuan perdana riset kolaboratif ini berlangsung pada Rabu (08/04) di ruang kerja Kepala Bapperida Kabupaten Mukomuko.
Riset yang direncanakan berjalan selama satu dekade (10 tahun) ke depan ini merupakan kerja sama strategis antara Pemerintah Kabupaten Mukomuko dengan lembaga riset SIPEF dan Arcrenosia. Seluruh pendanaan riset ini menggunakan skema creative financing yang sepenuhnya ditanggung oleh pihak mitra, tanpa membebani APBD daerah.
Kepala Bapperida Kabupaten Mukomuko, Singgih Pramono, S.Sos., M.H., menjelaskan bahwa output utama dari riset ini adalah dokumen peta jalan (roadmap) untuk mewujudkan investasi hijau (green investment) serta berbagai program strategis lainnya. Nantinya, hasil riset ini akan disandingkan dengan dokumen perencanaan daerah sebagai landasan ilmiah pengambilan kebijakan.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Mr. Mathew dan Mrs. Ofra sebagai mitra strategis. Kabupaten Mukomuko menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Bengkulu yang menjalankan riset lanskap konservasi nilai tinggi di bentang kawasan hutan seperti ini,” ujar Singgih.
Dalam pertemuan tersebut, Singgih Pramono menekankan pentingnya riset berbasis data sebagai fondasi pembangunan. Kehadiran tim peneliti internasional ini diharapkan menjadi stimulus bagi aparatur daerah untuk membiasakan penggunaan data ilmiah dalam merumuskan kebijakan publik.
“Riset ini adalah investasi untuk generasi masa depan. Mr. Matt telah meyakinkan kami bahwa kerja sama jangka panjang ini akan membawa kebaikan bagi visi Mukomuko Maju Berkelanjutan (Sustainable Development) serta bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambah Singgih.
Program ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian ekosistem hutan di Kabupaten Mukomuko, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui tata kelola lingkungan yang baik dan investasi yang ramah ekologi. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Mukomuko dalam menyeimbangkan aspek pembangunan infrastruktur dengan pelestarian lingkungan hidup.(GJR)



