JAKARTA – Upaya percepatan pembangunan dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Mukomuko terus dipacu. Bupati Mukomuko bersama rombongan melakukan kunjungan kerja strategis ke Kantor Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (3/3).

Rombongan Pemerintah Kabupaten Mukomuko yang difasilitasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) serta Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko ini, diterima langsung oleh Kepala BP Taskin RI, Budiman Sudjatmiko, beserta jajaran Deputi dan Direktorat Jenderal terkait.

Dalam upaya fokus pada pembangunan infrastruktur strategis, Bupati Mukomuko, H. Choirul Huda, S.H, memaparkan kondisi terkini Kabupaten Mukomuko, terutama mengenai korelasi antara ketersediaan sarana prasarana (sarpras) dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Bupati menegaskan bahwa aksesibilitas merupakan kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan di daerah. Beberapa poin disampaikan meliputi, Akses sentra produksi dalam pembangunan jalan menuju kawasan pertanian dan perkebunan untuk menekan biaya logistik petani.

Kemudian, konektivitas wilayah terkait perbaikan dan pembangunan jalan serta jembatan yang menjadi urat nadi ekonomi antar-kecamatan, lalu terakhir tentang kualitas SDM dalam upaya peningkatan sarana pendidikan guna memastikan generasi muda Mukomuko memiliki daya saing.

“Kami meminta dukungan dan intervensi langsung dari BP Taskin RI untuk mengkolaborasikan kebutuhan daerah kami dengan kementerian-kementerian terkait. Infrastruktur yang layak di sentra produksi akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat,” ujar Bupati Mukomuko.

Kepala BP Taskin RI, Budiman Sudjatmiko, merespon positif serta menyambut baik inisiatif proaktif dari jajaran Pemerintah Kabupaten Mukomuko. Ia menyatakan bahwa pola pengentasan kemiskinan memang harus dilakukan secara kolaboratif dan berbasis pada penguatan ekonomi lokal.

“Pihak BP Taskin berkomitmen untuk menelaah usulan tersebut dan akan berkoordinasi dengan kementerian teknis guna mengintegrasikan program pusat dengan kebutuhan mendesak di Kabupaten Mukomuko,” tegasnya.

Selain persoalan fisik, Wakil Bupati Mukomuko, Rahmadi, AB juga menekankan pentingnya intervensi program sosial yang tepat sasaran. Harapannya, dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui BP Taskin, angka kemiskinan di “Kapuang Sati Ratau Batuah” dapat ditekan secara signifikan melalui sinergi program padat karya dan pemberdayaan ekonomi.

“Pertemuan ini menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Mukomuko dalam menjemput bola ke pusat demi memastikan pembangunan daerah tidak hanya bersumber dari APBD, namun juga mendapat dukungan maksimal dari APBN melalui kebijakan lintas sektoral,” demikian Rahmadi. (RJR)