MUKOMUKO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mukomuko memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah inovatif yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Mukomuko terkait program Creative Financing.

Langkah ini dinilai sebagai solusi cerdas di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur strategis dan pelayanan publik yang berskala besar.

Wakil Ketua I DPRD Mukomuko, Wisnu Hadi, menyatakan bahwa ketergantungan pada dana transfer pusat dan PAD yang terbatas tidak boleh menjadi penghambat pembangunan. Melalui skema Creative Financing, pemerintah daerah didorong untuk mencari sumber pendanaan alternatif yang sah di luar APBD konvensional.

“Kami di legislatif melihat ini sebagai lompatan besar. Bapperida Mukomuko telah menunjukkan komitmennya untuk tidak sekadar ‘menunggu bola’, tetapi menjemput peluang pendanaan melalui skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha), CSR, hingga optimalisasi dana hibah pusat,” ujar Wisnu, Rabu (11/3).

DPRD Mukomuko menegaskan bahwa meskipun mendukung penuh, fungsi pengawasan akan tetap berjalan ketat. Hal ini bertujuan agar setiap kerjasama dengan pihak ketiga tetap berpedoman pada aturan yang berlaku dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kapuang Sati Ratau Batuah.

Pihak Bapperida Kabupaten Mukomuko menyambut baik dukungan legislatif ini. Sinergi antara eksekutif dan legislatif diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek-proyek strategis yang selama ini tertunda karena kendala anggaran.

Dengan adanya Creative Financing, Kabupaten Mukomuko optimis dapat mengejar ketertinggalan infrastruktur dan meningkatkan daya saing daerah di tingkat Provinsi Bengkulu maupun nasional.(RJR/ADV)