BENGKULU – Suasana tenang di malam Ramadan seketika berubah riuh pada Senin malam (9/3). Kabar mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyasar salah satu pejabat teras di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong mendadak pecah dan menjadi buah bibir masyarakat di seantero Provinsi Bengkulu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum pejabat tersebut kabarnya diamankan dalam sebuah operasi senyap pada malam hari. Pasca penangkapan, yang bersangkutan disebut-sebut langsung digelandang ke Mapolresta Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Kehebohan semakin memuncak seiring beredarnya kabar mengenai tindakan penggeledahan di lapangan.Informasi yang beredar di kalangan terbatas menyebutkan bahwa Garis Polisi kini telah terpasang di beberapa titik krusial, termasuk Ruang kerja di Kantor Bupati Rejang Lebong, Kediaman pribadi/dinas di kawasan Sido Mulyo.
Penyegelan ini seolah memperkuat spekulasi bahwa operasi yang dilakukan bukan sekadar pemeriksaan biasa, melainkan bagian dari tindakan hukum yang serius.
Hingga larut malam, puluhan jurnalis dari berbagai platform media tampak menyemut di depan pintu masuk Mapolresta Bengkulu. Meski jarum jam sudah melewati tengah malam, para pemburu berita ini enggan beranjak, berharap mendapatkan pernyataan resmi dari pihak kepolisian.
“Kami masih menunggu kepastian. Semua masih simpang siur, tapi pergerakan di lapangan menunjukkan ada hal besar yang terjadi,” ujar salah Agus Ansori, wartawan Wordpers.id
Meski situasi di sekitar Mapolresta terpantau tetap kondusif, ketegangan terasa di balik pintu pemeriksaan. Pihak Polresta Bengkulu sendiri sejauh ini masih bungkam dan belum memberikan keterangan pers terkait identitas pejabat maupun kasus hukum yang menjeratnya.
Publik kini menanti transparansi dari aparat penegak hukum. Penjelasan resmi sangat dibutuhkan untuk meredam spekulasi liar yang berkembang di tengah masyarakat, terutama mengingat peristiwa ini terjadi di tengah suasana bulan suci yang seharusnya khidmat.(RJR)



