MUKOMUKO – Menjelang puncak perayaan Hari Raya Idul fitri, stabilitas ekonomi rumah tangga di Kabupaten Mukomuko menghadapi tantangan serius. Komoditas vital berupa Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram dilaporkan mengalami kelangkaan akut di berbagai titik distribusi.

Fenomena ini diperparah dengan lonjakan harga di tingkat pengecer yang menyentuh angka Rp50.000 per tabung, sebuah anomali yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Kondisi ini menciptakan keresahan di tengah masyarakat yang sedang mempersiapkan kebutuhan logistik lebaran. Kelangkaan ini diduga terjadi akibat kombinasi antara lonjakan permintaan musiman dan potensi hambatan pada rantai pasok dari pangkalan ke konsumen akhir.

Merespons situasi yang kian mengkhawatirkan, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Mukomuko, Armansyah, ST, mengeluarkan pernyataan tegas. Ia mendesak instansi teknis terkait di jajaran Pemerintah Kabupaten Mukomuko untuk segera melakukan langkah preventif dan represif guna menormalisasi keadaan.

“Kami menginstruksikan dinas terkait untuk segera melakukan validasi lapangan secara langsung. Jangan sampai ada pembiaran terhadap fluktuasi harga yang tidak rasional ini. Kita perlu memastikan apakah kendala ini murni teknis distribusi atau terdapat indikasi praktik spekulasi yang merugikan masyarakat luas,” ujar Armansyah, Rabu (11/3).

Armansyah menekankan bahwa kehadiran pemerintah di lapangan sangat krusial untuk menjaga psikologi pasar. Menurutnya, tanpa pengawasan yang ketat, dikhawatirkan terjadi ketimpangan distribusi yang hanya menguntungkan oknum tertentu di tengah kesulitan warga.

Beberapa poin urgensi yang disoroti meliputi, Audit Pangkalan,Operasi Pasar dan Penegakan Regulasi dengan pemberian sanksi administratif bagi oknum pangkalan yang terbukti melakukan penimbunan atau menjual di atas ambang batas kewajaran.

Krisis energi skala mikro ini menjadi ujian bagi pemerintah daerah dalam menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat di hari besar keagamaan. Publik kini menanti tindakan nyata dari dinas terkait untuk memulihkan ketersediaan “gas melon” dengan harga yang sesuai regulasi sebelum Idul fitri tiba.(RJR/ADV)