BENGKULU – Di tengah derasnya arus informasi yang kerap terdistorsi oleh disinformasi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Mukomuko dan Kota Bengkulu resmi menyatukan langkah strategis.

Kolaborasi ini bertujuan untuk mengorkestrasi narasi publik yang lebih positif, akurat, dan edukatif guna menangkal penetrasi berita bohong (hoax) di ruang digital.

Pertemuan yang berlangsung hangat namun substansial ini menyoroti pentingnya peran pemerintah sebagai clearing house atau penjernih informasi. Di era di mana algoritma sering kali memenangkan sensasi di atas esensi, kedua instansi sepakat bahwa strategi komunikasi publik tidak lagi bisa dikelola secara konvensional.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Mukomuko, Agus Harvinda melalui Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Yunaldi Asri, menegaskan bahwa penguatan informasi bukan sekadar tentang kuantitas publikasi, melainkan tentang membangun kepercayaan publik melalui narasi yang humanis dan berbasis data.

“Kita tidak hanya sedang bertarung dengan teknologi, tetapi juga dengan persepsi. Sinergi antara Mukomuko dan Kota Bengkulu adalah manifestasi dari komitmen kita untuk memastikan masyarakat mendapatkan asupan informasi yang menyehatkan akal sehat,” ujarnya, Kamis (2/4).

Langkah proaktif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital di Provinsi Bengkulu yang lebih sehat. Kota Bengkulu, sebagai pusat pemerintahan provinsi, dan Kabupaten Mukomuko, sebagai beranda utara yang strategis, dipandang sebagai poros kuat dalam menginisiasi gerakan “Perang Narasi” yang konstruktif.

Dengan adanya penyatuan strategi ini, masyarakat diharapkan tidak lagi sekadar menjadi objek informasi, tetapi juga menjadi subjek yang kritis dalam memilah dan memilih berita di media sosial.(GJR)