MUKOMUKO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko akan membangun kawasan Bulog terpadu seluas 3 hektare di Desa Tanah Rekah pada tahun 2026.
Proyek ini menggunakan lahan aset Pemkab sehingga bisa langsung dikerjakan tanpa pembebasan lahan.
Kawasan Bulog terpadu akan dilengkapi rice milling unit, area pengeringan padi dan jagung, serta fasilitas pendukung lainnya.
Semua fasilitas terintegrasi dalam satu lokasi untuk mempercepat dan meningkatkan mutu hasil panen petani.
“Lahan seluas 3 hektare di Tanah Rekah memang sudah menjadi milik Pemkab Mukomuko. Jadi kita tidak lagi dibebani persoalan pembebasan lahan. Ini akan mempercepat pelaksanaan pembangunan,” kata Bupati Mukomuko, H. Choirul Huda, S.H melalui Sekretaris Daerah (Sekda), Drs, Marjohan di ruang kerjanya, Selasa (18/11).
Kawasan Bulog terpadu dirancang sebagai pusat aktivitas pascapanen modern. Petani tidak perlu lagi mengangkut hasil panen jauh untuk penggilingan atau pengeringan.
“Dengan fasilitas yang lengkap, kita berharap hasil panen masyarakat dapat tertangani dengan baik sehingga kualitas maupun daya saingnya meningkat,” ujarnya lagi.
Keberadaan RMU dan pengeringan di satu tempat akan memperpendek rantai penanganan komoditas. Petani bisa menghemat biaya transportasi dan waktu secara signifikan.
“Jelas ini akan lebih efisiensi soal biaya, waktu, serta jaminan kualitas produk diharapkan menjadi nilai tambah bagi masyarakat,” ucap Marjohan.
Lebih lanjut, Marjohan menjelaskan proyek ini menjadi bagian dari strategi besar memperkuat ketahanan pangan daerah. Kawasan Bulog terpadu juga diharapkan menghidupkan kembali perekonomian petani lokal.(GEM/ADV)



