MUKOMUKO – Lama dinanti oleh mayoritas warga Desa Lubuk Silandak, yang bergantung perekonomiannya melalui jalur keluar masuk kebun melalui jembatan, akhirnya terealisasi di zaman kepemimpinan Bupati Choirul Huda.

Jembatan permanen akan segera dibangun pasca telah dianggarkannya penjemputan rangka jembatan pada postur Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD Perubahan) tahun 2025 sebesar Rp.560 juta.

Adapun proses penjemputan rangka jembatan membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 Minggu dari pulau Jawa menuju Kabupaten Mukomuko dan akan disimpan sembari menunggu pembangunan pada APBD tahun 2026.

Bupati Mukomuko, H. Choirul Huda, S.H didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Mukomuko, Drs, Marjohan, mengatakan bahwa untuk tahap pembangunan atau pemasangan rangka jembatan berikut pengecoran lantai, Pemkab Mukomuko telah mengajukan proposal anggaran sebesar Rp9 miliar kepada pemerintah pusat melalui skema Instruksi Presiden (Inpres).

Menurut Marjohan, usulan tersebut telah disampaikan langsung ke Kementerian PU RI saat pimpinan daerah bertemu dengan Menteri PU di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Langkah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat konektivitas antar desa, terutama di wilayah yang masih bergantung pada jembatan semi permanen dan akses darurat seperti Desa Lubuk Silandak,” ujarnya, Selasa (18/11).

Diketahui, akibat tidak adanya jembatan penghubung antar desa di Lubuk Silandak, banyak aktivitas masyarakat yang terhambat akibat kondisi jembatan yang belum memadai.

“Yang pastinya, dalam waktu dekat, rangka jembatan tersebut akan sampai dan akan dipasang di wilayah Desa Lubuk Silandak,” jelas Marjohan.

Ia menambahkan, dengan bergulirnya proses pengangkutan rangka jembatan menjadi titik awal perubahan besar terhadap kualitas infrastruktur penghubung di Kabupaten Mukomuko.

“Pemkab Mukomuko dibawah kepemimpinan Bupati Choirul Huda akan berkomitmen menghadirkan konektivitas yang lebih baik, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat di daerah ini,” (GEM/ADV)