MUKOMUKO – Dalam upaya meningkatkan sarana dan prasarana olahraga di daerah ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko menegaskan komitmennya untuk memperluas pembangunan sarana di seluruh wilayah.

Hal ini dilakukan karena menyusul meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan olahraga yang mulai kembali hidup di desa-desa.

Bupati Mukomuko, H. Choirul Huda, S.H menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan mengajukan penambahan anggaran khusus guna memperkuat fasilitas olahraga, baik yang dikelola kabupaten maupun yang berada di tingkat desa.

Kendati begitu, perkembangan aktivitas olahraga di daerah harus diimbangi dengan dukungan infrastruktur yang memadai.Ia menilai antusiasme warga yang kini kembali aktif mengikuti berbagai cabang olahraga harus disambut dengan langkah nyata pemerintah.

“Jangan sampai semangat tersebut hanya muncul pada momen tertentu lalu redup karena keterbatasan fasilitas. Kami melihat minat masyarakat terhadap kegiatan olahraga semakin besar. Karena itu, kami menyiapkan langkah penguatan anggaran agar pembangunan fasilitas olahraga terus berjalan dan tidak berhenti setelah Haornas,” jelas Choirul Huda, Rabu (12/10).

Ia memaparkan bahwa sejumlah desa telah mulai dimanfaatkan melalui Dana Desa (DD) untuk membangun lapangan voli, futsal, hingga arena latihan bagi warga.

Dikatakannya, inisiatif desa tersebut patut diapresiasi karena sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang publik yang sehat dan produktif bagi masyarakat.

“Desa-desai sudah banyak membuat lapangan voli, futsal, serta sarana olahraga lainnya melalui Dana Desa. Ini langkah yang sangat baik dan akan terus didorong. Kami siap memberikan dukungan melalui kebijakan dan bantuan anggaran,” lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa fasilitas olahraga yang layak tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyalurkan hobi, tetapi juga dapat memunculkan bibit-bibit atlet daerah. Di sisi lain, sarana olahraga turut memperkuat hubungan sosial dan menjadi wadah pertemuan masyarakat.

“Pemerintah daerah tentu tidak bisa bergerak sendiri. Diperlukan inovasi dari kepala desa, dukungan masyarakat, dan kebijakan yang tepat agar pembinaan olahraga berjalan efektif,” tandasnya.(GEM/ADV)