MUKOMUKO – Sebuah babak baru dalam konstelasi penegakan hukum di Kabupaten Mukomuko resmi dimulai. Dr. Idham Kholid, S.H., M.H., secara de facto dan de jure telah memulai pengabdiannya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mukomuko.
Kehadiran beliau dipandang sebagai angin segar bagi penguatan supremasi hukum di daerah bersemboyan Kapuang Sakti Ratau Batuah.
Prosesi penyambutan yang berlangsung khidmat di Balai Daerah Mukomuko pada Minggu malam (29/03) menjadi momentum simbolis integrasi Kajari baru ke dalam jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Acara ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan resmi yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu pada Kamis (26/03).
Dalam sambutannya, Bupati Mukomuko, H. Choirul Huda, S.H, tidak hanya memberikan ucapan selamat datang, tetapi juga menggarisbawahi urgensi kolaborasi inter-institusional. Beliau menekankan bahwa peran Kejaksaan saat ini telah bertransformasi, tidak sekadar sebagai lembaga penuntut, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pengawalan kebijakan publik.
“Sinergitas antara eksekutif dan yudikatif adalah kunci. Kami berharap kehadiran Dr. Idham Kholid dapat memperkuat pilar transparansi dan akuntabilitas dalam birokrasi, guna memastikan setiap derap langkah pembangunan di Mukomuko berdiri tegak di atas koridor hukum yang berlaku,” ujar Choirul Huda.
Bupati Choirul Huda juga mengharapkan adanya fungsi preventive maintenance melalui pendampingan hukum, sehingga potensi deviasi atau pelanggaran hukum dalam pelaksanaan proyek strategis daerah dapat dimitigasi sejak dini.
Menanggapi ekspektasi publik dan pemerintah daerah, Dr. Idham Kholid memaparkan visi kepemimpinannya yang berbasis pada profesionalitas dan integritas tanpa kompromi. Ia menegaskan bahwa institusi yang dipimpinnya akan mengedepankan pendekatan yang seimbang antara penegakan hukum yang tegas dan upaya preventif yang edukatif.
“Amanah ini akan kami ejawantahkan melalui peningkatan performa korps Adhyaksa yang lebih responsif. Fokus kami bukan hanya pada penindakan, melainkan juga pada internalisasi budaya sadar hukum di seluruh lapisan masyarakat dan pemerintahan,” tegas Dr. Idham Kholid.
Kehadiran sosok pimpinan dengan latar belakang akademis doktor (Dr.) di kursi Kajari Mukomuko memberikan harapan akan adanya pendekatan yang lebih saintifik dan terukur dalam menangani berbagai persoalan hukum di daerah.
Dukungan penuh dari berbagai elemen pemerintah daerah yang hadir dalam acara tersebut mencerminkan optimisme kolektif terhadap terciptanya iklim investasi dan pembangunan yang bersih di Kabupaten Mukomuko.
Dengan nakhoda baru ini, publik menantikan langkah-langkah konkret Kejaksaan Negeri Mukomuko dalam mewujudkan keadilan yang tidak hanya berkepastian hukum, tetapi juga bermanfaat secara sosial bagi masyarakat luas.(GEM)



