MUKOMUKO – Menanggapi kritik dari sejumlah pihak terkait efisiensi anggaran atas keberangkatan rombongan pejabat Pemerintah Kabupaten Mukomuko ke Jakarta baru-baru ini, Ketua LSM Semut Merah, Gemmi Jupriadi memberikan pembelaan yang kuat.

Pihaknya menilai pandangan yang hanya melihat dari sisi biaya perjalanan dinas adalah cara pandang yang sempit dan kontraproduktif bagi kemajuan daerah.

Gemmi menegaskan bahwa langkah Pemkab Mukomuko membawa rombongan dalam skala besar justru merupakan strategi “jemput bola” yang efektif.

Menurutnya, koordinasi langsung lintas sektoral dengan kementerian terkait sangat diperlukan untuk memastikan program-program strategis nasional dapat turun ke tingkat kabupaten.

“Kita tidak bisa hanya duduk diam menunggu dana alokasi turun dari langit. Persaingan antar-daerah di tingkat pusat sangat ketat. Kehadiran tim yang lengkap menunjukkan keseriusan dan kesiapan teknis daerah dalam menerima program pembangunan,” tegasnya, Selasa (3/3).

Lebih lanjut, Ia menjabarkan beberapa alasan mengapa langkah ini dianggap tepat guna terkait percepatan infrastruktur, pengentasan kemiskinan dan efisiensi koordinasi.

” Ini semua memastikan usulan perbaikan jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya mendapatkan prioritas di APBN. Selain itu, dengan melobi program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang spesifik sesuai dengan karakteristik Mukomuko. Dimana, dengan membawa kepala OPD terkait, keputusan teknis yang diminta oleh pihak Kementerian dapat diselesaikan di tempat tanpa perlu surat-menyurat yang memakan waktu berbulan-bulan.

Menanggapi tudingan pemborosan, pihak LSM Semut Merah mengajak masyarakat untuk melihat hasil jangka panjang yang akan diraih, bukan semata-mata pesimis akan upaya pemerintah daerah.

“Kalau kita bicara efisiensi, mari kita hitung berapa miliar atau triliun dana pusat yang berpotensi dibawa pulang ke Mukomuko dibandingkan dengan biaya perjalanan dinas tersebut. Ini bukan pemborosan, ini adalah investasi birokrasi. Tanpa lobi yang kuat, Mukomuko akan tertinggal dari kabupaten lain yang lebih proaktif,” tambahnya.

Gemmi mengajak semua elemen masyarakat untuk memberikan kesempatan bagi pemerintah daerah bekerja. Hasil dari kunjungan tersebut diharapkan dapat segera dirasakan manfaatnya melalui peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan fisik di berbagai pelosok Mukomuko.

Terpisah, Kepala Bapperida Kabupaten Mukomuko, Singgih Pramono, S.Sos., M.H saat dikonfirmasi awakmedia menjelaskan bahwa pihaknya dalam keberangkatan tersebut sudah sangat efisien. Menurutnya, daerah tidak bisa berbuat banyak tanpa upaya yang nyata.

“Kita benar benar sudah sangat efesien, keberangkatan satu dinas hanya membawa satu bidang teknis yang membidangi program program strategis yang akan disoundingkan dengan program pemerintah pusat. Kecuali jika kita memberangkatkan dalam jumlah besar dan hal ini agar dimaklumi oleh masyarakat. Apabila kita tidak memperkuat kolaborasi dengan menjemput bola, kita tidak mampu berbuat banyak,” demikian Singgih.(RJR)