MUKOMUKO – Pasca direalisasikan tuntutan warga Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko beberapa hari yang lalu oleh pihak manajemen PT. Agromuko Bunga Tanjung Estate (BTE), situasi di lapangan kembali kondusif.
Hal itu diungkapkan Manager PT. Agromuko BTE, Rudi Malau. Ia mengatakan bahwa tuntutan warga terkait lahan untuk lapangan sepak bola, saat ini tengah berproses di manajemen PT. Agromuko.
“Saat ini masih berproses di manajemen PT Agromuko. Tuntutan masih terkait lahan lapangan sepak bola dan bantuan material sesuai peraturan desa sebanyak 20 truck setahun untuk peningkatan jalan usaha tani,” ungkapnya saat dikonfirmasi awakmedia zonaberkabar.id melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis (2/10).
Menurutnya, terkait tuntutan warga tetap ditampung oleh pihak manajemen PT Agromuko BTE. Namun dilain sisi, kebijakan tetap berdasarkan keputusan manajemen PT. Agromuko di pusat.
“Terpenting situasi dan isu dilapangan kondusif, sembari menunggu keputusan manajemen PT. Agromuko di pusat. Mudah-mudahan segera dikabulkan,” lanjut Malau.
Pihaknya mengaku siap bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya desa penyangga. Ia juga mengatakan bahwa setiap permasalahan selalu ada solusi untuk mencapai sebuah kesepakatan.
“Setiap permasalahan selalu ada solusi untuk mencapai kesepakatan. Kami siap bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat desa penyangga. Harapan kami, antara pihak perusahaan dan masyarakat desa penyangga dapat tentram, rukun serta berkolaborasi yang baik,” kata Rudi Malau.
Terpenuhi tuntutan warga Desa Bunga Tanjung tersebut, di sambut baik oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) National Corruption Watch (NCW) Kabupaten Mukomuko, Zlatan Asikin, S.Sos. Ia mengapresiasi langkah dari pihak manajemen PT Agromuko dalam memenuhi tuntutan warga desa penyangga.
“Kebijakan pihak manajemen PT Agromuko, patut diberi apresiasi. Hal ini guna menciptakan kondusifitas antara pihak perusahaan dengan warga,” sampainya.
Dikatakan Zlatan, langkah-langkah yang ditempuh oleh pihak manajemen PT Agromuko, patut dicontoh oleh investor-investor lainnya. Pihaknya juga menyinggung soal sejumlah perusahaan yang diduga abai terhadap tanggung jawab sosial terhadap masyarakat desa penyangga yang viral di pemberitaan baru-baru ini.
“Apa yang dilakukan pihak manajemen PT Agromuko, dapat menjadi contoh bagi investor lainnya yang berinvestasi di daerah ini. Kami menyimak pemberitaan di media massa, bahkan sejumlah perusahaan masih lalai dalam tanggung jawab sosial terhadap masyarakat desa penyangga,” pungkasnya.(GJR)



