MUKOMUKO – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mukomuko melakukan terobosan progresif dalam upaya penguatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN). BKPSDM Mukomuko tengah menjajaki kerja sama strategis dengan lembaga pelatihan kepemimpinan ternama, ESQ Leadership Center, yang dipimpin oleh Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian.

Langkah ini diambil sebagai respons atas arahan Bupati Mukomuko yang menekankan pentingnya pembangunan karakter bagi seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mukomuko.

Kepala BKPSDM Kabupaten Mukomuko, Winarno, M.Pd., menjelaskan bahwa secara teknis dan intelektual, ASN di Mukomuko dinilai telah mumpuni. Namun, tantangan besar saat ini terletak pada penguatan aspek kepribadian, emosional, dan spiritual.

“Kami ingin mencetak ASN yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga profesional, berintegritas, dan mampu melayani sepenuh hati. Melalui metode ESQ, kita akan memberikan penekanan pada sisi religius dan kematangan emosi sebagai fondasi utama bekerja,” ujar Winarno, Sabtu (11/4).

Program ini selaras dengan visi Bupati Mukomuko untuk menciptakan birokrasi yang melayani. Rencananya, pelatihan akan dilaksanakan selama dua hingga tiga hari, menyasar pejabat Eselon II, III, dan IV sebagai motor penggerak organisasi.

Mengacu pada riset dari Stanford Research Center, Winarno memaparkan fakta bahwa 85% kesuksesan seseorang ditentukan oleh faktor kepribadian, sementara hanya 15% yang ditentukan oleh kecerdasan intelektual (IQ).

“Lebih baik memiliki staf dengan intelektual rata-rata namun berkepribadian matang, daripada memiliki staf cerdas tetapi tidak memiliki integritas dan tanggung jawab. Hal inilah yang menjadi dasar perubahan yang kami usung,” tegasnya.

Di tengah masifnya digitalisasi sistem pemerintahan, seperti sistem absensi dan pelaporan berbasis aplikasi, BKPSDM menyadari bahwa teknologi hanyalah alat. Tanpa kepribadian yang jujur dan disiplin, sistem digital tidak akan memberikan hasil yang maksimal.

“Digitalisasi harus dibarengi dengan kompetensi kepribadian yang baik. Jika tidak, teknologi hanya akan disalahgunakan. Kami ingin pemimpin dan ASN memiliki jiwa yang religius dan cakap, sehingga target OPD dapat tercapai secara organik dan bertanggung jawab,” tambah Winarno.

Langkah BKPSDM ini mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Mukomuko. Dalam berbagai kesempatan, Bupati menekankan bahwa ASN adalah pelayan masyarakat. Beliau kerap mengingatkan melalui filosofi : “Satu sendok keteladanan jauh lebih berharga daripada sekolam kata-kata.”

BKPSDM Mukomuko telah merancang skema pelaksanaan pelatihan ini dan menargetkan dapat terealisasi pada tahun anggaran ini atau paling lambat pada tahun mendatang. Melalui inisiasi ini, Pemerintah Kabupaten Mukomuko optimis dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang visioner, inovatif, dan dicintai oleh masyarakat serta bawahannya.(GJR)