MUKOMUKO – Sejak dibangunnya Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) pada tahun 2018 lalu, warga Desa Talang Buai, Kecamatan Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko selalu kesulitan dalam ketersediaan sarana air bersih di tengah pemukiman.
Pamsimas tersebut diketahui tidak berfungsi dan tidak adanya azas manfaat bagi masyarakat setempat. Pasca putusnya pipa, Pamsimas tersebut hanya jadi pajangan.
Kepala Desa Talang Buai, Asril saat dikonfirmasi awakmedia membenarkan jika Pamsimas di Desa Talang Buai sudah lama terbengkalai. Pihaknya beberapa kali sudah menyampaikan proposal usulan ke Dinas PUPR Mukomuko melalui Bidang Cipta Karya, namun hal itu selalu gagal.
“Pamsimas yang dibangun pada tahun 2018 itu sekarang terbengkalai. Usulan sudah kami sampaikan ke pihak Dinas PUPR Mukomuko, hingga saat ini belum ada yang dikabulkan. Kami merasa seperti di anaktirikan,” ujarnya Sabtu (4/10).
Dikatakan Asril, parahnya lagi dari 14 proyek Pamsimas Kabupaten Mukomuko tahun 2025, tidak ada satu desa pun dari Kecamatan Selagan Raya yang dikabulkan. Bahkan, informasi yang diperoleh pihaknya, satu desa sudah mendapatkan 3-4 Pamsimas.
“Warga cuma pakai sumur bor, itupun harus puluhan meter baru bisa ditemukan sumber air bersih. Kami kecewa dan seperti di anaktirikan oleh pemerintah. Setiap usulan selalu mentah. Bahkan, mirisnya satu desa sudah mendapatkan 3-4 Pamsimas. Satupun tidak ada dari Kecamatan Selagan Raya,” kesalnya.
Dirinya mengaku bahwa pihaknya telah berulang kali menyampaikan usulan tersebut baik melalui musrenbangdes, Musrenbangcam hingga Musrenbangkab, namun semuanya nihil tanpa adanya perhatian dari pemerintah serta dinas terkait.
“Saya sudah menemui Kabid Bidang Cipta Karya di Dinas PUPR Mukomuko, tapi belum ada tanggapan, hingga saat ini kami masih kesulitan ketersediaan sarana air bersih,”demikian Asril.(GJR)



