MUKOMUKO – Sektor pendidikan di Kabupaten Mukomuko tengah bersiap menghadapi transformasi digital besar-besaran. Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mukomuko secara resmi menyatakan dukungan penuhnya terhadap program Satu Guru Satu Laptop (Sagusala) yang diinisiasi oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Mukomuko.
Dukungan ini dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkecil kesenjangan teknologi serta meningkatkan mutu pedagogik para tenaga pendidik di Bumi Kapuang Sati Ratau Batuah.
Wakil Ketua I DPRD Mukomuko, Wisnu Hadi menegaskan bahwa ketersediaan sarana teknologi bagi guru bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan kebutuhan fundamental dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
“Program Sagusala adalah investasi intelektual. Kita tidak bisa mengharapkan output pendidikan yang modern jika instrumen pendukungnya masih konvensional. DPRD berkomitmen mengawal program ini agar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap kualitas belajar-mengajar,” ujarnya, Selasa (10/9).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Arni Gusnita menyambut baik dukungan legislatif tersebut. Program ini diharapkan tidak hanya sekadar pengadaan perangkat keras, tetapi juga menjadi pemantik bagi guru untuk lebih inovatif dalam menyusun materi ajar yang interaktif dan berbasis data.
Pihak DPRD juga mengingatkan agar proses distribusi dan pemanfaatan perangkat ini dilakukan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Dukungan politik yang diberikan mencakup fungsi penganggaran serta pengawasan agar setiap unit laptop yang diserahkan benar-benar digunakan untuk menunjang performa akademis.
Dengan sinergi antara eksekutif dan legislatif, Kabupaten Mukomuko optimis dapat melahirkan generasi emas yang kompetitif melalui tangan para pendidik yang berdaya secara teknologi.(RJR/ADV)



