MUKOMUKO – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi menginisiasi pembentukan Koperasi Nelayan Merah Putih di Kabupaten Mukomuko.

Sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Mukomuko dalam mempercepat transformasi ekonomi sektor perikanan memasuki babak baru. KKP dipastikan bakal membangun Koperasi Nelayan Merah Putih di Kabupaten Mukomuko sebagai pusat penguatan korporasi nelayan lokal.

Langkah strategis ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Rahmad Hidayat, S.P. Beliau menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko telah menunjukkan komitmen penuh dengan menyiapkan lahan strategis di dua titik utama guna mendukung infrastruktur koperasi tersebut.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional ini, Pemkab Mukomuko telah mengalokasikan total lahan seluas 2,5 hektare yang terbagi di dua wilayah potensial.

Desa Pasar Ipuh, Kecamatan Ipuh, Lahan seluas 2 hektare disiapkan untuk menjadi sentra aktivitas koperasi. Luasan lahan di wilayah ini diharapkan mampu mengakomodasi fasilitas pengolahan atau sarana penunjang nelayan dalam skala besar.

Kadis Perikanan Tinjau Lokasi Koperasi Nelayan Merah Putih

Kemudian, Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko, Lahan seluas 0,5 hektare disiapkan untuk mengintegrasikan layanan koperasi di pusat pemerintahan daerah.

“Penyediaan lahan ini merupakan wujud nyata dukungan kami terhadap inisiasi Pemerintah Pusat. Kami ingin memastikan bahwa infrastruktur Koperasi Nelayan Merah Putih memiliki pondasi yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan di Mukomuko,” ujar Rahmad, Jum’at (27/3).

Kehadiran Koperasi Nelayan Merah Putih bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sebuah upaya sistematis untuk memutus rantai distribusi yang merugikan nelayan kecil.

Dengan adanya wadah ini, para nelayan diharapkan memiliki akses yang lebih baik terhadap penyediaan BBM dan alat tangkap bersubsidi, Akses permodalan yang lebih transparan dan stabilitas harga jual hasil laut melalui manajemen logistik yang modern.

Program ini diharapkan menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi biru di Mukomuko, sekaligus menempatkan nelayan sebagai subjek utama dalam rantai pasok industri perikanan nasional.(GJR)