MUKOMUKO – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Mukomuko tengah menginisiasi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Menyadari posisi Lokan bukan sekadar komoditas, melainkan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) yang menjadi identitas daerah, Bapperida merencanakan riset ilmiah komprehensif guna memastikan keberlanjutan biota muara ini melalui sistem budidaya yang terkontrol.
Selama ini, ekosistem kuliner lokan di Mukomuko mulai dari rendang, gulai, hingga sate lokan masih bergantung sepenuhnya pada hasil alam di dasar sungai dan muara.
Kepala Bapperida Mukomuko, Singgih Pramono, S.Sos., M.H., menekankan bahwa pola ketergantungan pada alam tanpa upaya konservasi aktif berisiko tinggi terhadap kepunahan populasi lokan di masa depan.
“Lokan adalah marwah dan identitas Kabupaten Mukomuko. Kami memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa 5 hingga 10 tahun ke depan, lokan tidak hanya menjadi cerita sejarah. Tanpa intervensi riset dan teknologi budidaya, kita akan menghadapi krisis bahan baku yang mengancam eksistensi UMKM dan identitas daerah kita,” ujarnya, Jum’at (13/3).
Dikatakan Singgih, sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola berbasis data, Bapperida akan menggandeng institusi riset ternama, termasuk perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“Visi besar ini memerlukan kolaborasi orkestrasi antar OPD. Sementara Bapperida fokus pada aspek riset dan hulu. Dinas Perindagkop dan UKM akan memetakan strategi penetrasi pasar agar lokan Mukomuko dapat bersaing di kancah nasional maupun global. Sementara, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga diharapkan mampu mengemas narasi lokan ke dalam berbagai event promosi daerah dan festival budaya,” papar Singgih.
Langkah konkret ini dijadwalkan akan mulai dijajaki pasca Idul Fitri melalui komunikasi intensif dengan berbagai pakar dan perguruan tinggi di Indonesia. Inisiatif ini diharapkan mendapat dukungan penuh dari pimpinan daerah sebagai terobosan dalam memajukan ekonomi kerakyatan sekaligus menjaga warisan luhur Kabupaten Mukomuko.
Kendati begitu, banyak hal yang dipertimbangkan Bapperida dalam menjaga kelestarian lokan dari ancaman kepunahan. Baik dari aspek nilai strategis, dampak ekonomi, hingga branding daerah.
“Kita akan mengubah pola pikir dari “pengambilan alam” menjadi produksi berkelanjutan dan menjamin stabilitas stok untuk UMKM serta membuka lapangan kerja baru di sektor budidaya. Selain itu , memperkuat posisi Mukomuko sebagai satu-satunya pemilik identitas geografis dan kuliner Lokan yang telah terdaftar secara hukum,” demikian Singgih. (GJR)



