MUKOMUKO – Masyarakat di Kabupaten Mukomuko diimbau untuk meningkatkan pengawasan partisipatif terhadap proyek pembangunan gerai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Seruan ini terutama ditujukan pada pembangunan di 11 lokasi susulan yang saat ini tengah berjalan.
Wakil Ketua LSM Semut Merah Mukomuko, Bambang Saputra, menegaskan bahwa keterlibatan aktif warga merupakan kunci utama dalam memastikan kualitas infrastruktur yang dibiayai oleh dana publik tersebut. Ia menyoroti letak geografis mayoritas gerai yang berada jauh dari pemukiman warga sebagai faktor risiko rendahnya pengawasan lapangan.
Bambang menekankan bahwa seluruh material dan proses pengerjaan harus berjalan tegak lurus dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Ia meminta masyarakat tidak ragu untuk mengambil tindakan tegas jika menemukan indikasi pengerjaan yang tidak sesuai standar atau terkesan “asal-asalan.”
“Tolak jika tidak sesuai spesifikasi. Jika diperlukan, suruh bongkar dan bangun ulang kembali. Kualitas bangunan adalah hak masyarakat yang tidak boleh dikompromikan,” ujar Bambang, Selasa (12/5)
Lebih lanjut, pihak LSM Semut Merah mengimbau warga agar tidak gentar menghadapi potensi tekanan atau intervensi dari oknum-oknum tertentu yang memiliki kepentingan pribadi dalam proyek ini. Bambang mengingatkan bahwa transparansi adalah napas dari era reformasi saat ini.
Ia menegaskan bahwa pola-pola intimidasi gaya lama sudah tidak relevan lagi untuk dipraktikkan dalam pengadaan fasilitas publik. Masyarakat diminta berani bersuara demi menjaga integritas pembangunan di wilayah mereka masing-masing.
Saat ini, LSM Semut Merah tengah melakukan investigasi mendalam dan pengumpulan data komprehensif terkait seluruh progres pembangunan Kopdes Merah Putih di Kabupaten Mukomuko. Langkah ini diambil untuk memetakan potensi kerugian atau ketidaksesuaian di lapangan.
Pihak Semut Merah juga membuka pintu bagi laporan dari warga yang memiliki bukti atau informasi valid mengenai dugaan penyimpangan. Data dari masyarakat akan menjadi instrumen penting dalam melakukan audit sosial maupun langkah hukum di masa mendatang.
Diharapkan dengan adanya pengawasan melekat dari elemen masyarakat, proyek gerai Kopdes Merah Putih ini dapat memberikan manfaat nyata secara jangka panjang, bukan sekadar menjadi proyek seremonial yang bangunannya cepat rusak akibat kualitas material yang rendah.
Partisipasi publik ini diharapkan menjadi sinyal kuat bagi para pelaksana proyek untuk bekerja secara profesional dan transparan, demi kemajuan ekonomi perdesaan di Kabupaten Mukomuko.(GJR)



