MUKOMUKO – Gerakan Jum’at Gemar Bersedekah merupakan sebuah inovasi, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, yang dimotori langsung oleh Camat XIV Koto, Singgih Pramono, S.Sos., M.H, dan selaras dengan visi Bupati Mukomuko yakni Kerja Bersama Menuju Mukomuko Maju
Hal ini berawal dengan masih banyaknya pengaduan, keluhan, harapan dan temuan langsung ditengah masyarakat terkait dengan persoalan-persoalan sosial, kemiskinan ekstrim, anak yatim piatu, lansia, masyarakat kurang mampu dan kondisi tempat tinggal yang kurang layak huni di wilayah Kecamatan XIV Koto.
Singgih mengatakan bahwa semuanya membutuhkan penanganan cepat tepat dan akurat, maka dibutuhkan intervensi kebijakan langsung dari pemerintah secara kolaboratif kerja kolektif yang melibatkan instansi lintas sektoral serta partisipasi aktif dari segenap eksponen masyarakat.
“Berdasarkan hasil rembuk dengan beberapa tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemerintahan desa, maka Pemerintah Kecamatan XIV Koto mengambil sikap dengan melahirkan gagasan Program Inovasi *”Gerakan Jum’at Gemar Bersedekah”* yang dilaksanakan secara kolektif kolaboratif dalam sebuah gerakan bersama mulai dari masyarakat desa dan seluruh stakeholder di Kecamatan XIV Koto, termasuk peran serta aktif dari pemilik usaha,” paparnya.
Menurut Singgih, Pemerintah Kecamatan XIV Koto memandang bahwa persoalan sosial yang menimpa masyarakat yang kurang beruntung membutuhkan intervensi kebijakan dan pendampingan nyata, sehingga mereka merasa tidak berdiri sendiri, mereka punya saudara, ada kita semua, secara mental juga akan menjadi kuat dan tangguh menatap masa depan yang lebih baik.
Dikatakan Singgih, maka dari itu pihaknya melahirkan sebuah tagline dari gagasan inovatif tersebut yakni #kitatidaksendiri, kita selalu bergandengan tangan untuk saling menguatkan.
“Agar program inovatif ini dapat tersosialisasikan dengan baik, maka dalam waktu dekat akan segera dilakukan launching dengan menghadirkan sejumlah Anggota DPRD Mukomuko perwakilan Kecamatan XIV Koto, Fokopincam, Pimpinan Ponpes, Dewan guru, Tokoh agama, Tokoh Masyarakat, Cendekiawan, Kades beserta perangkat, Lembaga Kepemudaan, Majelis Taklim, Ormas NU, Ormas Muhammadiyah, Ormas Lazisnu serta dunia usaha lainnya” pungkas singgih dengan ramah disela-sela monitoring lokasi lahan ketahanan pangan Sadesahe.(*)



