MUKOMUKO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Mukomuko melakukan pengawasan dan mengawal program revitalisasi pendidikan yaitu program peningkatan sarana dan prasarana pendidikan serta transformasi digital sekolah, guna memastikan berjalan sesuai rencana dan tidak ada penyimpangan.

Agar program revitalisasi pendidikan di Kabupaten Mukomuko ini berjalan dengan baik pihak Kejaksaan Negeri Mukomuko bersama pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mukomuko melakukan peninjauan atau monitoring di sekolah -sekolah yang menerima program revitalisasi tersebut.

“Ya kami dari Kejari Mukomuko telah melakukan monitoring ke sekolah -sekolah yang menerima program revitalisasi pendidikan pada tahun ini. Dari monitoring yang telah kami lakukan baik pekerjaan renovasi atau pembangunan gedung sekolah saat ini masih berlangsung,” ungkap Kajari Mukomuko, Yusmanelley,SH.MH melalui Plh Kasi Intelejen, Masteriawan, SH, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (6/10)

Dikatakan Masteriawan, program revitalisasi pendidikan ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) sehingga pelaksanaan program program tersebut menjadi prioritas penting dalam upaya peningkatan kualitas mutu pendidikan di Indonesia khususnya di Kabupaten Mukomuko.

Oleh sebab itu peran Kejaksaan dalam melakukan pengamanan dan pendampingan menjadi sangat krusial untuk memastikan bahwa setiap tahapan program dapat berjalan dengan transparan, akuntabel dan tepat sasaran.

“Revitalisasi pendidikan di sekolah ini bukan hanya soal pembangunan fisik saja, tetapi juga menyangkut peningkatan mutu pendidikan untuk para pelajar. Dan Kejari Mukomuko mendukung dan mengawal setiap langkah program ini agar berjalan sesuai dengan aturan yang ada dan setiap nilai anggaran digunakan sebaik-baiknya dengan jujur dan profesional,” jelasnya.

Ditambahkannya, dari monitoring yang telah dilakukan di sekolah-sekolah pihaknya telah berpesan kepada pelaksana pembangunan dan para pekerja agar pekerjaan yang dilakukan dilaksanakan dengan baik selesai tepat waktu dengan hasil yang maksimal. Pasalnya, pembangunan yang dilaksanakan ini akan digunakan dengan waktu yang lama hingga generasi yang akan datang.

“Setiap melakukan monitoring, kita berpesan kepada pelaksana pembangunan bahwa pembangunan dan revitalisasi ini adalah investasi untuk generasi mendatang. Oleh karena itu pekerjaan harus di laksanakan dengan baik jangan asal asalan, kemudian bisa diselesaikan tepat waktu dengan hasil yang maksimal,” pungkasnya.(GJR)