MUKOMUKO – Sebuah peringatan keras bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat di lingkungan Kabupaten Mukomuko. Nama besar dan posisi strategis Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mukomuko, Winarno, M.Pd., kini tengah dimanfaatkan oleh komplotan penipu siber untuk mengeruk keuntungan ilegal.

Aksi kriminal ini terendus setelah mantan Kepala Sekolah SMAN 4 Mukomuko yang kini menakhodai BKPSDM tersebut, dibanjiri panggilan telepon dan pesan konfirmasi dari kerabat, kolega, hingga mantan anak didiknya.

Mereka mempertanyakan keaslian sebuah akun Facebook baru bernama “Winarno S” serta nomor WhatsApp asing yang memasang foto wajahnya sebagai profil utama.

Bergerak secara taktis, pelaku tidak hanya sekadar mengkloning identitas digital Winarno. Menggunakan posisinya sebagai Kepala BKPSDM, pelaku mulai melancarkan manuver berbahaya, mulai menawarkan pengisian jabatan struktural di lingkup Pemkab Mukomuko, memeras korban dengan dalih tertimpa musibah, hingga meminta sejumlah uang secara terang-terangan.

Kelihaian pelaku dalam menelusuri jejak masa lalu Winarno terbukti saat aksi tipu-tipu ini mulai memakan korban. Tidak tanggung-tanggung, seorang alumni SMAN 4 Mukomuko dengan inisial SV yang mengenal Winarno sejak sekolah tersebut pertama kali berdiri, turut menjadi korban manipulasi psikologis pelaku.

Memanfaatkan rasa hormat seorang murid kepada mantan kepala sekolahnya, pelaku menghubungi SV dan meminta uang sebesar Rp300.000 dengan dalih darurat untuk pembelian meterai dan urusan administratif.

Keberhasilan pelaku mengelabui korban ini memicu kekhawatiran mendalam bahwa jaringan penipu tersebut menyasar target yang lebih luas, termasuk para ASN yang mungkin tergiur promosi jabatan fiktif.

“Saya dikirimi bukti nomor WhatsApp baru tersebut yang seolah-olah milik saya. Melalui akun itu, pelaku mulai mengejar target, bahkan ada yang dimintai uang dengan dalih pengisian jabatan. Saya sangat tidak terima foto profil saya ditempelkan di akun kloningan itu untuk menipu orang lain,” ujar Winarno kepada awakmedia zonaberkabar, Kamis (28/5).

Saat dikonfirmasi, Winarno dengan tegas menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah mengganti nomor WhatsApp utama maupun membuat akun Facebook baru selain yang digunakannya secara resmi selama ini.

Ia mengutuk keras tindakan tidak bertanggung jawab tersebut dan mengimbau kepada seluruh jajaran birokrasi di Kabupaten Mukomuko, para alumni SMAN 4, serta masyarakat luas untuk tidak mempercayai pesan apa pun yang datang dari akun “Winarno S” atau nomor asing yang mengatasnamakan dirinya.

Winarno telah menyebarkan maklumat klarifikasi melalui seluruh kanal media sosial pribadi resminya. Pihaknya juga menegaskan bahwa seluruh proses mutasi, promosi, dan pengisian jabatan di Pemkab Mukomuko dilakukan melalui prosedur resmi kedinasan dan bebas biaya (nol rupiah).

Jika ada masyarakat atau ASN yang dihubungi oleh oknum tersebut, diharapkan segera melakukan cross-check atau melaporkannya ke pihak berwajib agar rantai penipuan ini bisa segera diputus.(GJR)