MUKOMUKO – Pemerintah Desa Brangan Mulya, Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko, kembali merealisasikan komitmennya dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Pada hari Kamis (11/6), pemerintah desa setempat secara resmi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) untuk Triwulan II Tahun Anggaran 2026.

Program jaring pengaman sosial ini menyasar kepada 17 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah memenuhi kriteria dan regulasi yang berlaku.

Penyaluran bantuan ini dilakukan secara transparan guna memastikan bahwa stimulus ekonomi dari pemerintah pusat benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak instan bagi para penerima.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Brangan Mulya, Wagimin, dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan bahwa penyaluran BLT Dana Desa ini merupakan langkah konkret pemerintah desa dalam mendukung program nasional percepatan penuntasan kemiskinan ekstrem serta pemulihan daya beli masyarakat di tingkat desa.

“Penyaluran hari ini berjalan dengan lancar dan tertib. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga sehari-hari,” ujar Wagimin.

Wagimin juga menambahkan, penentuan 17 KPM tersebut bukanlah keputusan sepihak, melainkan hasil dari proses verifikasi dan validasi yang ketat. Proses seleksi dilakukan melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, hingga pendamping desa, demi menjamin keadilan dan keterbukaan.

Lebih lanjut, pihak Pemdes Brangan Mulya mengimbau kepada seluruh KPM agar memanfaatkan dana bantuan yang diterima dengan sebijak mungkin.

Pemdes berharap uang tunai tersebut diprioritaskan untuk kebutuhan yang bersifat produktif dan esensial, seperti pemenuhan gizi keluarga, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.

Penyaluran BLT Dana Desa Triwulan II di Desa Brangan Mulya ini turut dihadiri dan disaksikan oleh perwakilan dari Pemerintah Kecamatan Teramang Jaya, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta jajaran perangkat desa.

Kehadiran berbagai unsur ini menegaskan sinergi dan komitmen bersama dalam mengawal pemanfaatan anggaran negara secara akuntabel demi kemaslahatan masyarakat luas. (GJR)