MUKOMUKO – Keterbatasan anggaran bukan menjadi penghalang bagi Pemerintah Desa (Pemdes) Air Kasai, Kecamatan Air Dikit, Kabupaten Mukomuko, untuk terus melakukan pemerataan pembangunan. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Syofia, desa ini membuktikan bahwa pengelolaan dana yang tepat sasaran tetap mampu menjawab aspirasi masyarakat.

Memasuki tahun anggaran 2026, tantangan fiskal memang dirasakan dengan minimnya alokasi Dana Desa (DD). Namun, melalui perencanaan yang matang dan skala prioritas yang ketat, Pemdes Air Kasai tetap berkomitmen untuk menghadirkan pembangunan fisik yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

Kepala Desa Air Kasai, Syofia, mengungkapkan bahwa pada tahun ini, desa mengelola pos anggaran pembangunan yang bersumber dari Dana Desa dengan nilai kurang lebih Rp300 juta. Meski angka tersebut tergolong minim dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pihaknya memastikan setiap rupiah dikelola secara efisien.

“Kami menyadari bahwa anggaran tahun 2026 ini sangat terbatas. Namun, tugas pemerintah desa adalah mencari solusi agar pembangunan tidak terhenti. Dengan pagu sekitar 300 juta rupiah, kami tetap berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Syofia.

Salah satu langkah konkret yang diambil Pemdes Air Kasai adalah pengalokasian anggaran untuk pembangunan sumur bor. Proyek ini dipilih karena merupakan kebutuhan vital yang menyentuh langsung aspek kesehatan dan sanitasi warga.

Pembangunan sumur bor ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi masalah ketersediaan air bersih di beberapa titik desa, terutama saat menghadapi musim kemarau. Penentuan lokasi pembangunan pun telah melalui proses musyawarah desa agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Syofia menambahkan bahwa pembangunan di tengah keterbatasan ini tidak lepas dari dukungan masyarakat dan transparansi dalam pengelolaan keuangan desa. Ia berharap warga turut serta menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun nantinya.

“Pembangunan ini adalah milik kita bersama. Kami berharap dengan adanya sumur bor ini, beban masyarakat terkait akses air bersih dapat berkurang. Ini adalah bukti bahwa dengan kebersamaan, keterbatasan anggaran bukanlah hambatan untuk terus maju,” pungkasnya.

Dengan semangat pembangunan yang progresif, Pemerintah Desa Air Kasai optimis bahwa langkah kecil yang diambil tahun ini akan menjadi fondasi bagi kemajuan desa yang lebih besar di masa depan.(GJR)